Halaman

Minggu, 25 Februari 2018

koding campuran

#include <iostream.h>
 void main ()
{
       char  nama [10];
       cout << " kelas x tkj 1"<<endl;
       cout <<" masukkan nama:";
       cin >> "nama";
       int m = 12, n = 7;
       cout <<m<<" + "<<n<<" = "<<(m+n)<<endl;
       cout <<m<<" - "<<n<<" = "<<(m-n)<<endl;
      {
            cout <<" masukkan nilai:";
            cin >> "nilai";
            cout << "nilai <=70"<<endl;
            cout << "nilai anda tergolong sedang"<<endl;
      }

contoh undangan


Jumat, 23 Februari 2018

materi photo shop

Photoshop

 
Posted by at 11:10 PM 
Advertisements

Sabtu, 10 Februari 2018

hasil html


html


MATERI KODING C++ TENTANG ARRAY

Array pada C++

Array adalah kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan sebuah nama yang sama. Nilai-nilai data di suatu larik disebut dengan elemen-elemen larik.
Letak urutan dari suatu elemen larik ditunjukkan oleh suatu subscript atau suatu index.
Menurut dimensinya, array dapat dibedakan menjadi :
1. Array satu dimensi
Setiap elemen array dapat diakses melalui index
Index array secara default dimulai dari 0
Deklarasi array :
Tipe_array nama_array[ukuran]
2. Array dua dimensi
Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah buah kolom bentuknya dapat berupa matriks atau tabel.
Deklarasi array :
Tipe_array nama_array [baris][kolom]

3.Array multidimensi
Array multidimensi merupakan array yang mempunyai ukuran lebih dari dua. Bentuk pendeklarasian array multidimensi sama saja dengan deklarasi array dimensi satu maupun dimensi dua.
Deklarasi array :
Tipe_array nama_array [ukuran 1][ukuran 2] . . . [ukuran N]
Perbedaan array dengan tipe data lain :
Array dapat mempunyai sejumlah nilai, sedangkan tipe data lain hanya dihubungkan dengan sebuah nilai saja.
Array dapat digunakan untuk menyimpan beberapa nilai tipe data lain data (char, int, float, double, long, dll) yang sama dengan satu nama saja.
Selain itu, array dapat berupa satu dimensi atau lebih, sedangkan tipe data lain hanya berupa satu dimensi.
Array juga dapat digunakan sebagai parameter. Jenisnya :
a. Array dimensi satu sebagai parameter :
-Pengiriman parameter berupa array dimensi satu merupakan pengiriman secara acuan/referensi, karena yang dikirimkan adalah alamat dari elemen pertama arraynya, bukan seluruh nilai-nilai elemenya. Alamat elemen pertama dari array dapat ditunjukkan oleh nama lariknya yang tidak ditulis dengan indeknya.
b.Array dua dimensi sebagai parameter :
-Pengiriman parameter berupa array dua dimensi hampir sama dengan pengiriman parameter array satu dimensi, hanya saja perbedaannya adalah dalam array dua dimensi harus menyebutkan baris dan kolom array dimensi dua tersebut, mendeklarasikan MAX_ROWS dan MAX_COLS yang digunakan untuk pengiriman parameter array dua dimensi dan pada saat pengiriman parameter formal array dua dimensi, kita harus menyebutkan banyaknya dimensi array untuk kolom, sehingga ukuran kolom dapat diketahui, hal ini berkaitan dengan pemesanan variabel array di memori.
Contoh 1. Penggunaan array dalam C++:
Program di bawah ini untuk membaca data kemudian menampilkannya.
#include
#include
void main()
{
int data[10]; // array dengan 10 elemen bertipe integer
int elemen;
clrscr();
// entri 10 data
for (elemen=0;elemen <= 9;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “;
cin >> data[elemen];
}
// tampilkan data setelah entri
for (elemen=0;elemen <= 9;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “ << data[elemen];
}
}
NB: Dalam C/C++ elemen array dimulai dari 0.
Contoh 2. Program untuk menampilkan data array dari hasil inisialisasi:
#include
#include
void main()
{
int data[5] = {4, 1, 0, -9, 8};
int elemen;
clrscr();
// tampilkan data
for (elemen=0;elemen <= 4;elemen++)
{
cout << “Data ke – “ << elemen << “: “ << data[elemen];
}
}
Contoh 3. Program untuk mencari data dari array, dan menampilkan nomor
elemennya:#include
#include
void main()
{
int data[10] = {4, 1, 0, -9, 8, 5, -1, 2, 3, -7};
int elemen, ketemu;
cout << “Data yang dicari : “;
cin >> x;
ketemu = 0;
for(elemen=0; elemen<= 9; elemen++)
{
if (data[elemen] == x)
{ ketemu =
!
ketemu;
break;
}
}
if (ketemu == 0) cout << “Data tidak ditemukan “;
else cout << “Data ada di elemen : “ << elemen;
}
Contoh 4. Program untuk menampilkan data terbesar (maks) dari suatu array:
#include
#include
void main()
{
int data[10] = {4, 1, 0, -9, 8, 5, -1, 2, 3, -7};
int elemen, max;
max = data[0];
for(elemen=0; elemen<= 9; elemen++)
{
if (data[elemen]>max) max = data[elemen];
else max = max;
}
cout << “Nilai maksimum adalah : “ << max;
}
Array di atas adalah array dimensi satu. Bagaimana dengan array dimensi dua?
Berikut ini contoh penggunaan array dua dimensi:
#include
#include
void main()
{
int j, k;
int data[5][3] =
{
{3, 4, -1},
{2, 3, 0},
{1, 1, 2},
{5, 9, -4},
{6, 6, 2}
};
for (j = 0; j<=4; j++)
{
for (k = 0; k<=2; k++)
cout << “data[“ << j << “][“<< k << “] = “ << data[j][k] << endl;
}
}

MATERI KODING C++ TENTANG PERULANGAN

Perulangan For C++

Perulangan For C++ - Hallo gan, sedikit berbagi ilmu masih tentang C++ kali ini kita akan membahas tentang Perulangan For C++. Dalam pembuatan program kita sering mengalami proses yang selalu berulang-ulang sesuai dengan kondisi yang diberikan. Perulangan ini biasanya digunakan untuk inputan data, proses dan juga untuk menampilkan hasil dari proses. Dalam bahasa pemrograman proses perulangan ini disebut dengan looping, proses yang akan diulang dapat diimplementasikan dengan statemen-statemen dan statemen tersebut cukup dituliskan satu kali saja.

Dalam bahasa pemrograman C++ ada 3 jenis perulangan yaitu :

Seperti judul pada postingan diatas kita akan membahas tentang Perulangan For C++ terlebih dahulu. Sebelum mencobanya saya terangkan sekali lagi ya gan, bahwa saya menggunakan aplikasi Borland C++ 5.02.

  • For
ketentuanStruktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya, statement perulangan ini yang paling sering digunakan.




  
Syntax statement for :
 for(inisialisasi;syarat;penambahan)
pernyataan;

Keterangan :
Inisialisasi       : pernyataan untuk menyatakan keadaan awal dari variabel kontrol.
Syarat            : ekspresi relasi yang menyatakan kondisi untuk keluar dari perulangan.
Penambahan : pengatur perubahan nilai variabel kontrol.

Contoh 1 :
 #include <~iostream.h~>
#include <~conio.h~>
main() {
for(int i=1;i<=5;i++)
cout<<"\nSelamat datang";
getch();}

*hilangkan tanda ~ pada header (#include...)
Keterangan :

* for(int i=1;i<=5;i++)
Perintah diatas adalah perintah untuk memberi nilai awal sebuah perulangan yang dimulai dari i=1 yang sebelumnya i dideklarasikan terlebih dahuli dengan tipe int kemudian perulangan kan berhenti jika nilai i=5, dan perulangan ini bersifat increment atau akan ditambah dengan angka 1 setiap kali proses sampai batas berhenti.

* cout<<"\nSelamat datang";
Perintah ini adalah statemen yang akan diulang sampai 5 kali.

Hasil output  contoh 1 :

keluaran 1












Contoh 2 :
Pernyataan untuk nilai awal dapat dituliskan lebih dari satu, dengan sifat menaik
/ incremen.
 #include <~iostream.h~>
#include <~conio.h~>
main() {
int a;
for(int i=1,a=5;i<=10;i++)
{ cout<<"\nNilai ke "<<i<<" = "<<a;
a+=5; }
getch();}

*hilangkan tanda ~ pada header (#include...)
Hasil output  contoh 2 :

keluaran 2












Contoh 3 : Pernyataan untuk nilai awal dapat dituliskan lebih dari satu, dengan sifat
menurun / descremen.
 #include <~iostream.h~>
#include <~conio.h~>

main() {
int a;
for(int i=10,a=50;i>=1;i--)
{ cout<<"\nNilai ke "<<i<<" = "<<a;
a-=5; }
getch();}

*hilangkan tanda ~ pada header (#include...)
Hasil output  contoh 3 :

keluaran 3













Untuk aplikasi perulangan for pada program bisa agan lihat di Contoh Program Perulangan For C++

Nah, cukup gan untuk pembahasan perulangan for C++ . Semoga bermanfaat.
Selanjutnya kita akan membahas perulangan jenis While.

Minggu, 04 Februari 2018

Macam macam tabel di HTML

1.
<html>
<head>
<title>Penggunaan Tag Tabel</title>
</head>
<body>
<h1>Belajar Tag Tabel</h1>
<table border="1" width="50%" height="10%" >
    <tr>
        <td></td>
    </tr>
</table>
</body>
</html>





2.
<html>
<head>
<title>blajar tabel</title>
</head>
<body>
<table border="1" width="50%" height="10%" >
<tr>
<td align="center" colspan="2"></td><td align="center" colspan="2"></td>
</tr>
</table>
</body>
</html>




3.
<html>
<head>
<title>Penggunaan Tag Tabel</title>
</head>
<body>
<h1>Belajar Tag Tabel</h1>
<table border="1"width="20%"height="10%">
    <tr>
        <td></td>
         </tr>
    <tr>
        <td></td>
         </tr>
   </tr>
</table>
</body>
</html>




4.
<html>
<head>
<title>Penggunaan Tag Tabel</title>
</head>
<body>
<h1>Belajar Tag Tabel</h1>
<table border="1"width="20%"height="7%">
    <tr>
        <td></td>
        <td></td>
    </tr>
    <tr>
        <td></td>
        <td></td>
  </tr>
     </tr>
</table>
</body>
</html>